Kalimat efektif
KALIMAT
EFEKTIF

Di Susun
Oleh :
Thomas Tri
Handoko : 1601051048
Mata Kuliah
:
Dosen : Ayu
Setio Putri
UNIVERSITAS
LAMPUNG
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
Tahun
Ajaran 2016/2017
ENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya
yang berjudul “Kalimat Efektif” sebagai tugas kelompok dosen Ibu Ayu Setio
Putri,S.Pd.M.Pd mata kuliah Bahasa Indonesia.
Makalah ini berisikan
tentang informasi penyusunan kalimat efektif yang baik dan benar. Diharapkan
makalah ini dapat memberikan pemahaman tentang konsep
penggunaan kalimat efektif.
menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terimakasih banyak kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam proses penyusunan makalah ini dari awal
hingga akhir. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang
membacanya.
Lampung, 18 September 2016
Penyusun
Kelompook
DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………………………….i
Kata Pengantar.............................................................................................................ii
Daftar
Isi......................................................................................................................iii
BAB I.
PENDAHULUAN.........................................................................................1
A. Latar
Belakang......................................................................................………….3
B. Rumusan Masalah..................................................................................................5
C. Tujuan................................................................................................……………5
D. Manfaat...............................................................................................…………..5
BAB II.
PEMBAHASAN.........................................................................................6
A. Pengertian............................................................................................………….6
B. Persyaratan Kalimat............................................................................…………..6
C. Syarat-syarat Kalimat Efektif..........................................................…………….6
D. Kalimat................................................................................................................ 7
E. Struktur Kalimat..............................................................................…………….10
F. Kalimat Efektif...............................................................................................….10
G. Kalimat
Tanya.........................................................................................……….13
H. Kalimat Bernalar.........................................................................................…….16
I. Kalimat Suruh
(perintah)......................................................................................16
J. Kalimat Sederhana dan Kalimat Luas................................................................ 17
K. Kalimat Luas Yang Setara..................................................................................18
L. Kalimat Luas Bertingkat.................................................................................... 19
M. Kalimat Luas Tidak Setara…………………………………………………… 20
BAB III.
PENUTUP.............................................................................................. 21
A. Kesimpulan........................................................................................................21
B. Saran................................................................................................................. 22
Daftar
Pustaka.......................................................................................................
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat
menyampaikan pesan (informasi) secara singkat, lengkap, dan mudah diterima oleh
pendengar. Yang dimaksud singkat dalam hal ini adalah hemat dalam penggunaan
kata -kata. Hanya kata - kata yang diperlukan saja yang digunakan. Penggunaan
kata yang tidak perlu atau mubadzir berarti sama saja dengan pemborosan. Hal
itu tentu bertentangan dengan prinsip kalimat efektif yang hemat. Meskipun
dalam kalimat efektif hemat dalam penggunaan kata, kalimat efektif tetap juga
harus lengkap yang artinya semua itu harus disampaikan.
BAB
l
PENDAHULUAN
Bahasa merupakan suatu alat komunikasi digunakan manusia. Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan inti atau gagasan yang
disampaikan oleh manusia dengan mengungkapkan bahasa yang baik. Komunikasi
dengan menggunakan bahasa Indonesia terwujud secara efektif, apabila digunakan
sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Dapat dikatakan komunikasi
yang baik atau berhasil, apabila gagasan dapat diterima sebagaimana yang
dimaksud/diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menggunakan
bahasa Indonesia. Ia merupakan bahasa yang penting di wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Dilihat dari kedudukannya dalam khazanah kehidupan
berbangsa dan bernegara, bahasa Indonesia memiliki dua pengertian, yaitu
sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara.
Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa
nasional, didasarkan pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, terutama butir
ketiga yang berbunyi: "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia". Sementara dalam kedudukan bahasa Indonesia
sebagai bahasa negara didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal
36 yang berbunyi, "Bahasa negara adalah bahasa Indonesia".
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki
beberapa fungsi. Pertama, sebagai lambang kebanggaan nasional. Artinya, bahwa
bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa
kebangsaan bangsa Indonesia. Fungsi kedua dari bahasa Indonesia dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang jati diri atau
identitas nasional. Artinya, bahwa bahasa Indonesia merupakan cerminan
kepribadian bangsa Indonesia secara eksistensi. Selain sebagai lambang jati
diri atau identitas nasional, bahasa Indonesia dalam kedudukannnya sebagai
bahasa nasional juga memiliki fungsi sebagai alat pemersatu berbagai
masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya. Artinya,
bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi di seluruh pelosok
Indonesia. Fungsi terakhir yang dimiliki oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa
nasional adalah sebagai alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah.
Artinya, bahwa dengan adanya bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia
bangsa Indonesia mendahulukan kepentingan nasional ketimbang kepentingan
daerah, suku ataupun golongan.
Tadi telah dipaparkan, bahwa bahasa Indonesia juga
berkedudukan sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia
memiliki beberapa fungsi. Pertama sebagaibahasa resmi negara. Sebagai bahasa
resmi negara, bahasa Indonesia digunakan untuk berbagai keperluan kenegaraan,
baik lisan maupun tulis, seperti pidato-pidato kenegaraan, dokumen-dokumen
resmi negara, dan sidang-sidang yang bersifat kenegaraan. Semua itu dilakukan
dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya.
Fungsi kedua bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. Dalam fungsinya ini, bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana penyampai ilmu pengetahuan kepada anak didik di bangku pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, baik negri maupun swasta.
Selain sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, bahasa Indonesia, sebagai bahasa negara, juga memiliki fungsi sebagai bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional, baik untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan maupun untuk kepentingan pemerintahan. Artinya, bahwa bahasa Indonesia tidak saja hanya digunakan sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat luas, melainkan juga digunakan sebagai alat komunikasi penduduk di seluruh pelosok Indonesia.
Fungsi terakhir dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa resmi di dalam kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Artinya, bahwa bahasa Indonesia dipakai sebagai alat untuk mengembangkan dan membina iptek dan kebudayaan nasional sehingga tercipta satu ciri khas yang menandakan satu kesatuan negara Indonesia dan bukannya kedaerahan.
Untuk dapat meraih kedudukannya sebagai bahasa
nasional dan bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki sejarah yang sangat
panjang. Telah diketahui bersama bahwa bahasa Indonesia yang kita gunakan saat
ini berasal dari bahasa Melayu.
B. Rumusan
Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang ada yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
2. Apa syarat yang mendasari kalimat efektif?
3. Bagaimana unsur kalimat efektif?
1. Sebagai tugas kelompok dari mata kuliah
Bahasa Indonesia.
2. Penulis dapat lebih mengerti pembahasan mengenai konsep dasar penggunaan
Kalimat Efektif.
3. Dapat menambah wawasan bagi pembaca.
Dari rumusan masalah yang ada maka manfaat penulisan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui gambaran umum kalimat efektif.
2. Memahami syarat yang mendasari kalimat efektif.
3. Mengerti struktur kalimat efektif.
4. Memberi pemahaman mengenai kalimat tanya, bernalar,
suruh (perintah), sederhana, luas, luas bertingkat, luas tidak setara.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran
atau gagasan yang disampaikan secara singkat dan jelas sehingga dapat dipahami
dan dimengerti oleh orang lain.
Pengertian Kalimat Efektif Menurut Para Ahli
1.
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat
yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh
pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi)
2.
Kalimat efektif adalah kalimat yang
memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca.
(Arifin)
B. Persyaratan Kalimat
Kelengkapan struktur
subjek dan predikat
Pemutasian subjek dan predikat
Perwujudan makna gramatikal berdasarkan
struktur
C. Syarat - syarat
Kalimat Efektif
Untuk dapat mencapai keefektifan, suatu kalimat
harus memenuhi paling tidak enam syarat berikut, yaitu adanya:
1) Kesepadanan
Yang dimaksud dengan
kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa
yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang
kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri,
seperti tercantum di bawah ini:
Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat
tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Kejelasan subjek dan predikat
suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di,
dalam bagi untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya di
depan subjek.
Contoh:
a. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah)
b. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.(Benar)
Contoh:
a. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah)
b. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.(Benar)
Contoh:
a. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut :
a. Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu bagi saya kurang jelas.
a. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut :
a. Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu bagi saya kurang jelas.
Contoh:
a. Kami
datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
b. Kakaknya
membeli sepeda motor Honda. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan
dua cara. Pertama, ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua
gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung
antarkalimat, sebagai berikut:
a. kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Atau
Kami datang terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
b. Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Akan tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki.
a. kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Atau
Kami datang terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
b. Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Akan tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki.
Contoh:
a. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.
a. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.
Perbaikannya adalah sebagai berikut:
a. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.
a. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.
2) Keparalelan
Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan
bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama
menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga
menggunakan verba.
Contoh:
Contoh:
a. Harga
minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
b. Tahap
terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang
penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
Kalimat (a) tidak
mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri
dari bentuk yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. Kalimat itu dapat
diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu.
Harga minyak dibekukan atau dinaikkan
secara luwes.
Kalimat (b) tidak
memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya,
yaitu kata pengecatan, memasang,pengujian, dan pengaturan. Kalimat itu akan
baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial, sebagai berikut:
Tahap terakhir
penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan
penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
3) Ketegasan
Yang dimaksud dengan
ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok
kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu
memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untuk
membentuk penekanan dalam kalimat.
Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penekanannya ialah presiden mengharapkan.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.
Penekanannya Harapan presiden.
Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penekanannya ialah presiden mengharapkan.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.
Penekanannya Harapan presiden.
Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Contoh:
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Contoh:
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.
Saudaralah yang bertanggung jawab.
4) Kehematan
Yang dimaksud dengan
kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau
bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan
kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Peghematan di sini mempunyai
arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak
menyalahi kaidah tata bahasa.
Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan.
Perhatikan contoh:
Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat
itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.
Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.
Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut.
Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.
Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.
Perhatikan contoh:
a. Ia memakai baju warna merah.
b. Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
Kata merah sudah mencakupi kata warna.
Kata pipit sudah mencakupi kata burung.
Kata pipit sudah mencakupi kata burung.
Kalimat itu dapat diubah menjadi
a. Ia memakai baju merah.
b. Di mana engkau menangkap pipit itu?
a. Ia memakai baju merah.
b. Di mana engkau menangkap pipit itu?
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini.
a. Dia hanya membawa badannya saja.
b. Sejak dari pagi dia bermenung.
Kata naik bersinonim dengan ke atas.
Kata turun bersinonim dengan ke bawah.
Kata turun bersinonim dengan ke bawah.
Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi
a. Dia
hanya membawa badannya.
b. Sejak pagi dia bermenung.
Misalnya:
Bentuk tidak baku : para tamu-tamu, beberapa orang-orang
Bentuk tidak baku : para tamu-tamu, beberapa orang-orang
bentuk baku : para tamu, beberapa orang.
5) Kecermatan
Yang dimaksud dengan
cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda.
Dan tepat dalam pilihan kata. Perhatikan kalimat berikut.
Dan tepat dalam pilihan kata. Perhatikan kalimat berikut.
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu
menerima hadiah.
b. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima
ribuan.
Kalimat (a) memilikimakna ganda, yaitu siapa yang
terkenal, mahasiswa atau perguran tinggi.
Kalimat (b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.
Perhatikan kalimat berikut
Kalimat (b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.
Perhatikan kalimat berikut
Yang diceritakan
menceritakan tentang putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata
yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah
menjadi
Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
6) Kepaduan.
Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah
kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya
tidak terpecah-pecah.
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak
mencerminkan cara berpikir yang tidak
simetris. Oleh karena itu, kita hindari kalimat yang
panjang dan bertele-tele.
Misalnya:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen
+ verbal secara tertib dalam
kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
Contoh:
Surat itu saya sudah baca.
Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.
Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek
terletak antara agen dan verbal. Seharusnya kalimat itu berbentuk
a. Surat itu sudah saya baca.
b. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
a. Surat itu sudah saya baca.
b. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah
kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek
penderita.
Perhatikan kalimat ini :
a. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat.
Seharusnya:
a. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.
Perhatikan kalimat ini :
a. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat.
Seharusnya:
a. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.
7) Kelogisan.
Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide
kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang
berlaku.
Contoh;
Rektor Universitas Lampung kami persilahkan untuk memberi
sambutan.
D.
Unsur
Kalimat
a. Subjek adalah bagian kalimat yang menjadi gagasan pokok,
unsur utama kalimat, dan berupa kata benda.
Ciri - ciri subjek :
1.
Jawaban apa atau siapa
2.
Disertai kata itu
3.
Didahului
kata bahwa
4.
Tidak
didahului preposisi atau depan
5. Berupa kata benda atau frase
benda
b. Predikat adalah bagian
kalimat yang menerangkan subjek berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata
bilangan.
Ciri - ciri predikat :
1.
Jawaban mengapa atau bagaimana
2.
Disertai kata adalah, yakni, yaitu,
merupakan
3.
Dapat diingkarkan
4.
Dapat disertai kata keterangan aspek
5.
Dapat disertai kata keterangan modalitas
6.
Tidak didahului kaya yang
|
Subjek
|
Predikat
|
|
Ibunya
|
Karyawan Bank
|
|
Mereka
|
Bekerja
|
|
Kami
|
Rajin
|
|
Mereka
|
Berlima
|
Predikat dapat berupa:
1. Kata benda atau frase benda.
2. Kata kerja atau frase kerja.
3. Kata sifat atau frase sifat.
4. Kata bilangan atau frase bilangan.
5. Kata depan atau frase depan.
c. Objek
adalah bagian dari kalimat yang berfungsi melengkapi predikat
yang berupa kata kerja transitif.
Ciri - ciri Objek :
1.
Langsung
dibelakang predikat kata yang berupa kata kerja transitif.
2.
Dapat
menjadi subjek kalimat pasif.
3.
Tidak
didahului preposisi.
|
Subjek
|
Predikat
|
Objek
|
|
Mereka
|
Mendistribusikan
|
Bahan Ujian
|
|
Ia
|
Melaporkan
|
Hal itu
|
d. Pelengkap adalah bagian dari kalimat yang berfungsi melengkapi objek, mengkhususkan
makna objek.
Ciri - ciri Pelengkap :
1.
Terletak dibelakang objek.
2.
Bukan unsur utama
|
Subjek
|
Predikat
|
Objek
|
Pelengkap
|
|
Adik
|
Bermain
|
Bola
|
Basket
|
|
Ibu
|
Membelikan
|
Adik
|
Baju
|
e. Keterangan adalah bagian dari kalimat yang
berfungsi menjelaskan subjek, predikat, atau objek yang sekedar membahas
penjelasan.
Ciri - ciri keterangan :
1.
Bukan unsur utama.
2.
Tidak terkait posisi.
3.
Tidak terkait posisi.
Jenis-jenis keterangan
1. Keterangan waktu
2. Keterangan tempat
3. Keterangan tujuan
4. Keterangan sebab
5. Keterangan akibat
6. Keterangan tambahan
7. Keterangan aposisi
8. Keterangan aspek
|
Predikat
|
Objek
|
Pelengkap
|
Keterangan
|
|
Bermian
|
Bola
|
Basket
|
Kemarin
|
|
Membaca
|
Buku
|
Cerita
|
Dikelas
|
f. Struktur Kalimat
1.
Struktur kalimat dasar terdiri dari,
Pola kalimat dasar
Tipe kalimat
2.
Struktur kalimat tunggal terdiri dari,
Pola
kalimat tunggal
Struktur kalimat majemuk terdiri dari,
Kalimat
majemuk setara
Kalimat
majemuk bertingkat
Kalimat majemuk campuran
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat berfungsi
mengungkapkan informasi secara tepat, cepat, dan mudah dipahami dan mempunyai
hubungan kalimat, penekanan dan pengucapannya. Di mana dalam penyusunan kalimat
efektif sangat perlu diperhatikan struktur kalimat, kelugasan penyusunan kata
serta faktor-faktor lainnya agar kalimat yang disusun menjadi kalimat utuh yang
efektif.
Syarat-syarat kalimat efektif adalah: kesepadanan,
keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan.
Unsur-unsur dalam kalimat efektif adalah: subjek (S), predikat (P), objek
(O), pelengkap (Pel) dan keterangan (Ket)
B. Saran.
Pentingnya dalam berkomunikasi memahami penggunaan kalimat efektif, agar
informasi yang berjalan cepat selaras antara gagasan yang disampaikan oleh
pihak pertama dapat diterima dengan “utuh” oleh pihak kedua.
DAFTAR PUSTAKA
Koesmadiyono. Bernalar. http://googleweblight.com/?lite_url=http%3A%2F%2Fkusmadiyonodidik.blogspot.com%2Fp%2Fblog-page.html%3Fm%3D1&ei=bwbwMVi3&lc=id-ID&geid=7&s=1&m=615&ts=1444008638&sig=APONPFmW7sKtnndXO_wmIRm2bnk0IASAiQ
Komentar
Posting Komentar