Kalimat efektif



KALIMAT EFEKTIF

Description: E:\abcde\Logo\unilla.png

Di Susun Oleh :
Thomas Tri Handoko : 1601051048


Mata Kuliah :
Dosen : Ayu Setio Putri
                                                                              
UNIVERSITAS LAMPUNG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Tahun Ajaran 2016/2017









ENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul “Kalimat Efektif” sebagai tugas kelompok dosen Ibu Ayu Setio Putri,S.Pd.M.Pd  mata kuliah Bahasa Indonesia.
Makalah ini berisikan tentang informasi penyusunan kalimat efektif yang baik dan benar. Diharapkan makalah ini dapat memberikan pemahaman tentang konsep penggunaan kalimat efektif.
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam proses penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.


Lampung18 September 2016

Penyusun


Kelompook 




DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………………………….i
Kata Pengantar.............................................................................................................ii
Daftar Isi......................................................................................................................iii
BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................………….3
B. Rumusan Masalah..................................................................................................5
C. Tujuan................................................................................................……………5
D. Manfaat...............................................................................................…………..5

BAB II. PEMBAHASAN.........................................................................................6
A. Pengertian............................................................................................………….6
B. Persyaratan Kalimat............................................................................…………..6
C. Syarat-syarat Kalimat Efektif..........................................................…………….6
D. Kalimat................................................................................................................ 7
E. Struktur Kalimat..............................................................................…………….10
F.  Kalimat Efektif...............................................................................................….10
G. Kalimat Tanya.........................................................................................……….13
H. Kalimat Bernalar.........................................................................................…….16
I.  Kalimat Suruh (perintah)......................................................................................16
J.  Kalimat Sederhana dan Kalimat Luas................................................................ 17
K. Kalimat Luas Yang Setara..................................................................................18



L.  Kalimat Luas Bertingkat.................................................................................... 19
M. Kalimat Luas Tidak Setara…………………………………………………… 20

BAB III. PENUTUP.............................................................................................. 21
A. Kesimpulan........................................................................................................21
B. Saran................................................................................................................. 22

Daftar Pustaka....................................................................................................... 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan (informasi) secara singkat, lengkap, dan mudah diterima oleh pendengar. Yang dimaksud singkat dalam hal ini adalah hemat dalam penggunaan kata -kata. Hanya kata - kata yang diperlukan saja yang digunakan. Penggunaan kata yang tidak perlu atau mubadzir berarti sama saja dengan pemborosan. Hal itu tentu bertentangan dengan prinsip kalimat efektif yang hemat. Meskipun dalam kalimat efektif hemat dalam penggunaan kata, kalimat efektif tetap juga harus lengkap yang artinya semua itu harus disampaikan.







BAB l
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang 
Bahasa merupakan suatu alat komunikasi digunakan manusia. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan inti atau gagasan yang disampaikan oleh manusia dengan mengungkapkan bahasa yang baik. Komunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia terwujud secara efektif, apabila digunakan sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Dapat dikatakan komunikasi yang baik atau berhasil, apabila gagasan dapat diterima sebagaimana yang dimaksud/diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menggunakan bahasa Indonesia. Ia merupakan bahasa yang penting di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dilihat dari kedudukannya dalam khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa Indonesia memiliki dua pengertian, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara.
Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, didasarkan pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, terutama butir ketiga yang berbunyi: "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia". Sementara dalam kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36 yang berbunyi, "Bahasa negara adalah bahasa Indonesia".
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi. Pertama, sebagai lambang kebanggaan nasional. Artinya, bahwa bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan bangsa Indonesia. Fungsi kedua dari bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang jati diri atau identitas nasional. Artinya, bahwa bahasa Indonesia merupakan cerminan kepribadian bangsa Indonesia secara eksistensi. Selain sebagai lambang jati diri atau identitas nasional, bahasa Indonesia dalam kedudukannnya sebagai bahasa nasional juga memiliki fungsi sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya. Artinya, bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi di seluruh pelosok Indonesia. Fungsi terakhir yang dimiliki oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah. Artinya, bahwa dengan adanya bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia bangsa Indonesia mendahulukan kepentingan nasional ketimbang kepentingan daerah, suku ataupun golongan.


Tadi telah dipaparkan, bahwa bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi. Pertama sebagaibahasa resmi negara. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia digunakan untuk berbagai keperluan kenegaraan, baik lisan maupun tulis, seperti pidato-pidato kenegaraan, dokumen-dokumen resmi negara, dan sidang-sidang yang bersifat kenegaraan. Semua itu dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya.

Fungsi kedua bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. Dalam fungsinya ini, bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana penyampai ilmu pengetahuan kepada anak didik di bangku pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, baik negri maupun swasta.
Selain sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, bahasa Indonesia, sebagai bahasa negara, juga memiliki fungsi sebagai bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional, baik untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan maupun untuk kepentingan pemerintahan. Artinya, bahwa bahasa Indonesia tidak saja hanya digunakan sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat luas, melainkan juga digunakan sebagai alat komunikasi penduduk di seluruh pelosok Indonesia.
Fungsi terakhir dari bahasa Indonesia sebagai bahasa negara adalah sebagai bahasa resmi di dalam kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Artinya, bahwa bahasa Indonesia dipakai sebagai alat untuk mengembangkan dan membina iptek dan kebudayaan nasional sehingga tercipta satu ciri khas yang menandakan satu kesatuan negara Indonesia dan bukannya kedaerahan.
Untuk dapat meraih kedudukannya sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Telah diketahui bersama bahwa bahasa Indonesia yang kita gunakan saat ini berasal dari bahasa Melayu.








B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang ada yaitu :
1.    Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
2.    Apa syarat yang mendasari kalimat efektif?
3.    Bagaimana unsur kalimat efektif?

C.    Tujuan 
1.    Sebagai tugas kelompok dari mata kuliah Bahasa Indonesia.
2.    Penulis dapat lebih mengerti pembahasan mengenai konsep dasar penggunaan Kalimat       Efektif.
3.    Dapat menambah wawasan bagi pembaca.

D.   Manfaat 
Dari rumusan masalah yang ada maka manfaat penulisan makalah ini yaitu :
1.    Mengetahui gambaran umum kalimat efektif.
2.    Memahami syarat yang mendasari kalimat efektif.
3.    Mengerti struktur kalimat efektif.
4.    Memberi pemahaman mengenai kalimat tanya, bernalar, suruh (perintah), sederhana, luas, luas bertingkat, luas tidak setara.







BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan secara singkat dan jelas sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
Pengertian Kalimat Efektif Menurut Para Ahli
1.      Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi)
2.     Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin)

B. Persyaratan Kalimat
           Kelengkapan struktur subjek dan predikat
         Pemutasian subjek dan predikat
         Perwujudan makna gramatikal berdasarkan struktur

C. Syarat - syarat Kalimat Efektif
Untuk dapat mencapai keefektifan, suatu kalimat harus memenuhi paling tidak enam syarat berikut, yaitu adanya:
1)      Kesepadanan
Yang dimaksud dengan kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.




Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri, seperti tercantum di bawah ini:
      Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas.
Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di, dalam bagi untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya di depan subjek.
Contoh:
a. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah)
b. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.(Benar)
      Tidak terdapat subjek yang ganda.
Contoh:
a. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut :
a. Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
b. Saat itu bagi saya kurang jelas.
      Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal.
Contoh:
a.       Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
b.      Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat, sebagai berikut:
a. kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Atau
Kami datang terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
b. Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Akan tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki.
      Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh:
a. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.


Perbaikannya adalah sebagai berikut:
a. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting
.

2)      Keparalelan
Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.
Contoh:
a.       Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
b.      Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
Kalimat (a) tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu.
Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
Kalimat (b) tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya, yaitu kata pengecatan, memasang,pengujian, dan pengaturan. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial, sebagai berikut:
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

3)      Ketegasan
Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat.
      Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penekanannya ialah presiden mengharapkan.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.
Penekanannya Harapan presiden.
Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.
      Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
      Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
      Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
Contoh:
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
      Mempergunakan partikel penekanan (penegasan).
Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.

4)      Kehematan
Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.




Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan.
      Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.
Perhatikan contoh:
Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.
Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut.
Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.
      Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
Perhatikan contoh:
a. Ia memakai baju warna merah.
b. Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
Kata merah sudah mencakupi kata warna.
Kata pipit sudah mencakupi kata burung.
Kalimat itu dapat diubah menjadi
a. Ia memakai baju merah.
b. Di mana engkau menangkap pipit itu?
      Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini.
a. Dia hanya membawa badannya saja.
b. Sejak dari pagi dia bermenung.
Kata naik bersinonim dengan ke atas.
Kata turun bersinonim dengan ke bawah.
Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi
a. Dia hanya membawa badannya.
b. Sejak pagi dia bermenung.
      Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Misalnya:
Bentuk tidak baku : para tamu-tamu, beberapa orang-orang
bentuk baku : para tamu, beberapa orang.

5)      Kecermatan
Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda.
Dan tepat dalam pilihan kata. Perhatikan kalimat berikut.
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
b. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
Kalimat (a) memilikimakna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa atau perguran tinggi.
Kalimat (b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.

Perhatikan kalimat berikut
     Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah menjadi
Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.

6)      Kepaduan.
Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak
simetris. Oleh karena itu, kita hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele.
Misalnya:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam
kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
Contoh:
Surat itu saya sudah baca.
Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.
Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. Seharusnya kalimat itu berbentuk
a. Surat itu sudah saya baca.
b. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Perhatikan kalimat ini :
a. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat.
Seharusnya:
a. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.

7)      Kelogisan.
Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh;
Rektor Universitas Lampung kami persilahkan untuk memberi sambutan.

D. Unsur Kalimat
a. Subjek adalah bagian kalimat yang menjadi gagasan pokok, unsur utama kalimat, dan berupa kata benda.
Ciri - ciri subjek :
1.      Jawaban apa atau siapa
2.      Disertai kata itu
3.       Didahului kata bahwa
4.       Tidak didahului preposisi atau  depan
5.       Berupa kata benda atau frase benda

b. Predikat adalah bagian kalimat yang menerangkan subjek berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan.
Ciri - ciri predikat :
1.       Jawaban mengapa atau bagaimana
2.       Disertai kata adalah, yakni, yaitu, merupakan
3.       Dapat diingkarkan
4.       Dapat disertai kata keterangan aspek
5.       Dapat disertai kata keterangan modalitas
6.       Tidak didahului kaya yang
Subjek
Predikat
Ibunya
Karyawan Bank
Mereka
Bekerja
Kami
Rajin
Mereka
Berlima
 Predikat dapat berupa:
1.      Kata benda atau frase benda.
2.      Kata kerja atau frase kerja.
3.      Kata sifat atau frase sifat.
4.      Kata bilangan atau frase  bilangan.
5.      Kata depan atau frase depan.
                                                                                                                                                                
                          



c. Objek adalah bagian dari kalimat yang berfungsi melengkapi predikat yang berupa kata kerja transitif.
Ciri - ciri Objek :
1.             Langsung dibelakang predikat kata yang berupa kata kerja transitif.
2.             Dapat menjadi subjek kalimat pasif.
3.             Tidak didahului preposisi.

Subjek
Predikat
Objek
Mereka
Mendistribusikan
Bahan Ujian
Ia
Melaporkan
Hal itu

d. Pelengkap adalah bagian dari kalimat yang berfungsi melengkapi objek, mengkhususkan makna objek.
Ciri - ciri Pelengkap :
1.            Terletak dibelakang objek.
2.            Bukan unsur utama

Subjek
Predikat
Objek
Pelengkap
Adik
Bermain
Bola
Basket
Ibu
Membelikan
Adik
Baju

e. Keterangan adalah bagian dari kalimat yang berfungsi menjelaskan subjek, predikat, atau objek yang sekedar membahas penjelasan.
Ciri - ciri keterangan :
1.            Bukan unsur utama.
2.            Tidak terkait posisi.
3.            Tidak terkait posisi.


Jenis-jenis keterangan
1.      Keterangan waktu
2.      Keterangan tempat
3.      Keterangan tujuan
4.      Keterangan sebab
5.      Keterangan akibat
6.      Keterangan tambahan
7.      Keterangan aposisi
8.      Keterangan aspek

Predikat
Objek
Pelengkap
Keterangan
Bermian
Bola
Basket
Kemarin
Membaca
Buku
Cerita
Dikelas

f. Struktur Kalimat
1.         Struktur kalimat dasar terdiri dari,
Pola kalimat dasar
Tipe kalimat
2.         Struktur kalimat tunggal terdiri dari,
 Pola kalimat tunggal
  Struktur kalimat majemuk terdiri dari,
  Kalimat majemuk setara
  Kalimat majemuk bertingkat
  Kalimat majemuk campuran








BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat berfungsi mengungkapkan informasi secara tepat, cepat, dan mudah dipahami dan mempunyai hubungan kalimat, penekanan dan pengucapannya. Di mana dalam penyusunan kalimat efektif sangat perlu diperhatikan struktur kalimat, kelugasan penyusunan kata serta faktor-faktor lainnya agar kalimat yang disusun menjadi kalimat utuh yang efektif.
Syarat-syarat kalimat efektif adalah: kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan.
Unsur-unsur dalam kalimat efektif adalah: subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel) dan keterangan (Ket)
B. Saran.
Pentingnya dalam berkomunikasi memahami penggunaan kalimat efektif, agar informasi yang berjalan cepat selaras antara gagasan yang disampaikan oleh pihak pertama dapat diterima dengan “utuh” oleh pihak kedua.












DAFTAR PUSTAKA






Komentar

Postingan Populer